Wajib Halal untuk Lindungi Masyarakat, BPJPH: Yang Belum Siap, Kami Beri Waktu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah akan menerapkan Wajib Halal atau kewajiban sertifikasi halal mulai 18 Oktober 2026. Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menjelaskan, kebijakan ini bertujuan untuk melindungi konsumen dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha. Sertifikasi halal dianggap sebagai standar mutu dan daya saing, bukan sekadar kewajiban administratif.
Haikal menegaskan, penerapan Wajib Halal dilakukan secara bertahap dan tidak secara represif. Pemerintah tetap membuka ruang komunikasi dan pendampingan bagi pelaku usaha yang belum siap memenuhi kewajiban ini. Mereka akan diberikan waktu dan bantuan yang cukup untuk menyiapkan diri sesuai ketentuan yang ditetapkan.
Dengan demikian, Wajib Halal diharapkan dapat mewujudkan perlindungan masyarakat yang lebih baik, sekaligus memberikan kepastian usaha yang berbasis data dan inklusif bagi seluruh pelaku usaha di Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 6 Oktober 2026 pukul 12.00
Wajib Halal Berlaku Oktober, BPJPH: Tidak Ada Sweeping
JawaPos · 6 Oktober 2026 pukul 16.15
Implementasi Wajib Halal Mulai Diterapkan, Tidak Ada Sweeping untuk Usaha Non Halal
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 13.15
Kata-Kata Bos BPJPH Kepada Pengusaha Tak Siap Wajib Halal 18 Oktober
Berita terkait
Siap-Siap! 7 Produk Ini Wajib Halal Mulai 18 Oktober 2026, Ada Sanksi
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 16.50
Kemendagri Perkuat Koordinasi dengan Pemda Percepat Implementasi Wajib Halal
kumparan · 23 September 2026 pukul 19.00
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, Kemendagri Dorong Pemda Percepat Sertifikasi
Detik.com · 23 September 2026 pukul 17.51
MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026 untuk Lindungi Masyarakat
JPNN.com · 12 September 2026 pukul 11.21