Warga Ramai-ramai Serahkan Senpi Ilegal, Kapolda Malut: Wujud Nyata Cinta NKRI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polda Maluku Utara menerima penyerahan 16 pucuk senpi ilegal, 4 magasin, dan 138 butir amunisi dari warga Kabupaten Halmahera Utara. Penyerahan dilakukan sukarela pada 12 Agustus 2026 oleh lima warga dari Kecamatan Galela Selatan, Tobelo Utara, dan Tobelo. Senpi tersebut terdiri dari 11 laras panjang dan 5 laras pendek, sebagian besar merupakan rakitan konflik 1999-2000 serta empat senpi organik Filipina yang disimpan untuk dijual ke KKB Papua pada 2024.
Kapolda Malut Irjen Arif Budiman menyatakan keberadaan senjata ilegal di masyarakat berpotensi menjadi ancaman konflik baru. Penyerahan senpi menjadi bukti komitmen warga menjaga kedamaian dan mencegah disintegrasi. Arif menegaskan menyerahkan senjata adalah wujud keberanian, kesadaran hukum, dan cinta NKRI.
Gubernur Malut Sherly Tjoanda apresiasi keberanian warga dalam menyerahkan senpi secara sukarela. Sinergi masyarakat dan kepolisian menunjukkan kepedulian bersama dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 18.45
Hendak Dijual Kepada Kelompok Kriminal di Papua, Polda Maluku Utara Amankan 16 Senjata Api Ilegal
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 17.54
Polda Malut Sita 16 Senpi Ilegal: Peninggalan Keluarga, Sempat Mau Dijual ke KKB
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 17.54
Polda Malut Amankan 16 Senpi Ilegal, 4 di Antaranya Diduga Hendak Dijual ke KKB Papua
Berita terkait
Warga Serahkan 16 Senpi Ilegal ke Polda Malut, Gubernur Sherly Apresiasi
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 18.16
Kapolda Malut Terima Penyerahan Senpi Ilegal Warga, Langkah Nyata Jaga Perdamaian
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 17.48
Usai Peringatan HUT ke-81 RI, Polda Malut Terima Penyerahan Senpi Ilegal Milik Warga
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 17.31
KSP Dudung Sebut Kericuhan saat Hari Damai Aceh Ulah Segelintir Oknum
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 08.24