Jakarta · Sabtu, 19 September 2026Cari
WargaKonoha

Arsip

Jumat, 18 September 2026


Peristiwa hari itu

Semua peristiwa →

  1. Komdigi Tegur 25 PSE Lingkup Privat Daftar Sebelum 22 September 2026

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengirimkan surat pemberitahuan kepada 25 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat, baik domestik maupun asing, dengan batas akhir pendaftaran 22 September 2026. Surat dikirim pada 16 September 2026. Dari 25 PSE tersebut, 23 adalah domestik dan 2 adalah asing. Sectors yang terkena meliputi transportasi, perdagangan elektronik, penerbangan, properti, dan jasa profesional. Beberapa nama PSE yang disebut meliputi Whoosh, Lion Air, Pelita Air, Transjakarta, Shopify, Secret Industries, serta aplikasi sewakost. Pendaftaran dilakukan sesuai PM Kominfo Nomor 5 Tahun 2020. Jika tidak memenuhi kewajiban, Komdigi akan menerapkan sanksi berupa pemutusan akses layanan (access blocking). Beberapa media menyebut nama PSE asing yang berbeda, seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Susi Air, dan fatsecret.co.id, namun jumlah total tetap 25 dengan 23 domestik dan 2 asing.

  2. Finalisasi Pengalihan Saham PT Kereta Cepat Indonesia China ke Kemenkeu

    Kementerian Keuangan sedang memfinalisasi pengalihan 60 persen saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) kepada pemerintah melalui Special Mission Vehicle (SMV) Kemenkeu. Skema pengalihan ini tidak melibatkan APBN secara langsung dan masih dalam proses due diligence, evaluasi nilai saham, serta penyusunan Peraturan Presiden (Perpres). Koordinasi dilakukan dengan BP BUMN dan Badan Pengelola Investasi Danantara untuk memetakan aspek finansial, bisnis, operasional, dan hukum.

  3. Kemarau Panjang dan Intrusi Air Laut Ganggu Pasokan Air Jakarta, DPRD Damping Desalinasi

    Kemarau panjang di Jakarta memicu penurunan debit air di Kali Angke hingga masuknya air laut, menyebabkan kadar TDS mencapai 10.000 ppm, jauh di atas batas 300 ppm yang ditetapkan dalam Permenkes 2/2023. Akibatnya, PAM Jaya menghentikan produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota dan SPAM Hutan Kota di Penjaringan, yang berkapasitas 310 liter per detik. Untuk menjaga layanan, PAM Jaya melakukan rekayasa pengalihan air dari 21 sumber lain, dengan proyeksi dampak terasa maksimal 48 jam. Selain itu, 72 mobil tangki air gratis disiagakan bagi warga terdampak melalui layanan 1500223 selama 24 jam.

  4. Adik Kim Jong Un Tolak Seruan Denuklirisasi IAEA: Status Nuklir Korea Utara Mutlak

    Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un, menyatakan penolakan tegas terhadap upaya denuklirisasi senjata nuklir Korea Utara. Ia menegaskan status negara sebagai pemilik senjata nuklir bersifat mutlak, permanen, dan tidak dapat diubah secara fisik maupun hukum. Pernyataan disampaikan saat Konferensi Umum IAEA di Wina, Austria. Korea Utara menyebut seruan denuklirisasi sebagai 'ocehan konyol', 'omong kosong', dan 'kebisingan' yang tidak akan memengaruhi kebijakan pertahanan Pyongyang. Pemimpin utara juga menyebut pihak yang masih mengharapkan denuklirisasi sebagai 'orang bodoh'. Korea Utara menekankan bahwa program nuklir telah menjadi bagian permanen dalam kerangka hukum dan militer negara, serta memberikan kontribusi penting dalam mencegah tindakan keterlaluan pihak asing. Perbedaan pendapat muncul terkait estimasi senjata nuklir: Donald Trump menyebut 57 unit, sementara Korea Selatan memperkirakan 80 hingga 120 unit.

  5. Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 243 Penumpang, 114-117 Korban Ditemukan

    KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan pada 13 September 2026 saat menyusul perjalanan dari Surabaya ke Banjarmasin di Laut Jawa. Kapal yang menangani 243 penumpang hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA dan terbalik. Berbagai media melaporkan perbedaan angka korban: CNN Indonesia, Media Indonesia, Detik.com menyebut 114 korban ditemukan (6 meninggal), sementara ANTARA News melaporkan 117 korban ditemukan (9 meninggal). Penumpang yang masih belum ditemukan berjumlah 126-129 orang. Operasi penyelamatan melibatkan tim Basarnas, ahli luar negeri dari Hong Kong dan Amerika Serikat, serta 20 personel TNI AL dengan kedalaman pencarian berbeda-beda (24-30 meter). CNN Indonesia menyebut anomali teknis (kecepatan turun 6 knot, gelombang 1,6-2 meter, angin 20 knot) sebelum terbalik, sementara Detik.com menyoroti evaluasi SOP operasional kapal yang tidak sesuai standar.