Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

RI Terancam Kehilangan Ekspor Nikel 5 Juta Ton

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan ekspor nikel Indonesia berpotensi berkurang sebesar 3,5 hingga 5 juta ton, atau sekitar 0,3%-0,5%, akibat pemangkasan kuota produksi nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Kuota produksi nikel dipangkas menjadi 260-270 juta ton, yang sebelumnya lebih tinggi. Wakil Ketua Umum Kadin, Widiyanto Saputro, menjelaskan bahwa proyeksi ini telah disampaikan dalam forum Strategic Response Meeting (SRM) Kadin, di mana pelaku usaha telah mengingatkan potensi kehilangan ekspor.

Kadin mendesak pemerintah untuk segera memberikan kepastian terkait tata kelola RKAB guna memastikan kejelasan bagi dunia usaha dalam menjalankan investasi dan kegiatan operasional. Kekhawatiran mengenai kepastian RKAB masih terjadi di kalangan pelaku usaha pertambangan. Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi bahwa target produksi batu bara dan nikel dalam RKAB 2026 memang dipangkas. Target batu bara menjadi sekitar 600 juta ton, sementara nikel disesuaikan dengan kapasitas produksi smelter di kisaran 250-260 juta ton.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait