Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

BI Ungkap Alasan Uang Bertanda Tangan Perry-Purbaya Masih Dicetak pada 2026

Bank Indonesia (BI) memastikan pencetakan uang kertal rupiah yang masih menggunakan tanda tangan mantan Gubernur BI Perry Warjiyo dan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan berlanjut hingga 2026. Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan bahwa pencetakan uang dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat, bukan sekali langsung pada awal atau akhir tahun. "Cetak uang itu hal yang normal. Setiap tahun kita cetak," katanya dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Menurut Destry, BI menghitung kebutuhan uang kartal terlebihahu, kemudian mencetak dalam beberapa tahap. Kebutuhan uang tunai masih ada, terutama di daerah yang belum terjangkau layanan digital dan jaringan internet. Rencana pencetakan uang dibahas bersama pemerintah dengan mempertimbangkan kebutuhan uang beredar dan penerbitan uang kartal dalam periode tertentu.

Uang yang menjadi perhatian publik adalah uang kertas Tahun Emisi (TE) 2022 pecahan Rp100.000 dengan tahun cetak 2026. Meskipun menggunakan desain TE 2022, uang tersebut masih memuat tanda tangan pejabat lama. Destry menegaskan penerbitan uang dengan tanda tangan pejabat sebelumnya merupakan bagian dari siklus pencetakan rupiah yang normal. Uang dengan tanda tangan pejabat baru akan diterbitkan sesuai kebutuhan dan tahapan yang ditetapkan BI.

Peristiwa ini diliput 6 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait