Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Amerika Serikat Ancam Pembeli Minyak Iran, China Jadi Sorotan

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menjanjikan sanksi ekonomi terhadap negara yang membeli minyak Iran, dengan China sebagai target utama karena menyerap sekitar 90% ekspor minyak Iran senilai US$3,9-4,2 miliar pada September 2025. China mengimpor sebagian besar minyak Iran untuk mendukung anggaran pemerintah dan kegiatan militer Tehran. Bessent menyebut ancaman ini sebagai 'tembakan peringatan' tanpa mengumumkan sanksi luas. China menolak sanksi, menyatakan tekanan tidak menyelesaikan konflik. Analis menyebutkan China telah mengurangi impor minyak Iran dari 1,4 juta barel/hari menjadi 700.000 barel/hari, sehingga dampak penuh sanksi terbatas. Namun, 38% minyak dan 23% LNG China melewati Selat Hormuz, titik rawan konflik. Situasi sulit diprediksi karena 'armada bayangan' yang menyembunyikan lalu lintas kapal, dan data pelacakan menunjukkan ketidaksesuaian antara klaim AS dan realita di lapangan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait