Bos BEI Jawab Independensi Jika Danantara Resmi Caplok 40% Saham Bursa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan demutualisasi melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue, dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai pemegang saham terbesar. Berdasarkan dokumen yang diterima detikcom, setelah aksi right issue, Danantara akan menguasai 69 lembar saham atau setara 40,12% dari total saham BEI. Sisa kepemilikan akan tersebar pada Anggota Bursa (51,16%), non-anggota bursa (2,32%), dan saham treasuri (6,40%). Harga nominal saham ditetapkan tetap pada Rp 7.500.000.000 per lembar baik sebelum maupun sesudah right issue. Total pemegang saham BEI akan meningkat menjadi 93 pihak setelah sebelumnya PT Wanteg Sekuritas, PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, PT Ekuator Swarna Sekuritas, dan PT Paramitra Alfa Sekuritas mengalami pencabutan Surat Pengukuhan Anggota Bursa (SPAB).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 18 September 2026 pukul 17.17
BEI Masih Tunggu Persetujuan OJK soal Porsi Saham Danantara Usai Demutualisasi
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 17.40
Danantara Mau Jadi Pemegang Saham BEI, Bursa Bilang Gini
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 14.17
BEI Buka Peluang IPO Usai Demutualisasi, Tahap Awal Fokus Right Issue
kumparan · 17 September 2026 pukul 10.29
OJK Buka Peluang BEI Bisa IPO Lewat Aturan Demutualisasi
Berita terkait
40% Saham Mau Dicaplok Danantara, Bursa Efek Jamin Tetap Independen
Detik.com · 18 September 2026 pukul 13.06
Danantara Berpeluang Pegang Saham BEI Lebih dari 5%, Ini Ketentuannya
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 18.27
Danantara Buka Suara soal Rencana Pegang 40% Saham BEI usai Demutualisasi: Belum Ada Keputusan Final
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 07.00
Danatara Buka Suara soal Kabar Mau Pegang 40% Saham Bursa Efek
Detik.com · 14 September 2026 pukul 23.26