Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Bunga AS Naik, BI Waspadai Risiko Modal Asing Kabur dari RI

Bank Indonesia (BI) memperkirakan risiko keluarnya modal asing (capital outflow) dari pasar keuangan Indonesia ketika suku bunga Amerika Serikat (AS) naik. Kenaikan Federal Funds Rate (FFR) dapat membuat aset berdenominasi dolar AS menarik bagi investor global, mendorong mereka melakukan repositioning portofolio. Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, menyatakan perubahan sentimen global dapat mendorong investor menjual Surat Berharga Negara (SBN) atau instrumen moneter BI, menukarkan rupiah ke valuta asing, sehingga menambah tekanan pada nilai tukar rupiah. Untuk menjawab tantangan tersebut, BI meningkatkan insentif lindung nilai (hedging) bagi investor asing menjadi 15-25% untuk swap lindung nilai dan 25-30% untuk DNDF, dengan skema semakin panjang tenor semakin besar insentif yang diberikan. Kebijakan ini bertujian mengurangi biaya lindung nilai sehingga imbal hasil bersih investasi di Indonesia tetap menarik, sekaligus menarik investor jangka panjang (real money atau FDI) daripada hanya modal pendek (hot money). Namun, BI tetap memantau dinamika pasar global dan melanjutkan intervensi pasar valas serta pendalaman pasar keuangan untuk menjaga daya tarik aset rupiah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait