Bunga AS Naik, BI Waspadai Risiko Modal Asing Kabur dari RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) memperkirakan risiko keluarnya modal asing (capital outflow) dari pasar keuangan Indonesia ketika suku bunga Amerika Serikat (AS) naik. Kenaikan Federal Funds Rate (FFR) dapat membuat aset berdenominasi dolar AS menarik bagi investor global, mendorong mereka melakukan repositioning portofolio. Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, menyatakan perubahan sentimen global dapat mendorong investor menjual Surat Berharga Negara (SBN) atau instrumen moneter BI, menukarkan rupiah ke valuta asing, sehingga menambah tekanan pada nilai tukar rupiah. Untuk menjawab tantangan tersebut, BI meningkatkan insentif lindung nilai (hedging) bagi investor asing menjadi 15-25% untuk swap lindung nilai dan 25-30% untuk DNDF, dengan skema semakin panjang tenor semakin besar insentif yang diberikan. Kebijakan ini bertujian mengurangi biaya lindung nilai sehingga imbal hasil bersih investasi di Indonesia tetap menarik, sekaligus menarik investor jangka panjang (real money atau FDI) daripada hanya modal pendek (hot money). Namun, BI tetap memantau dinamika pasar global dan melanjutkan intervensi pasar valas serta pendalaman pasar keuangan untuk menjaga daya tarik aset rupiah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 30 September 2026 pukul 13.07
BI Sebut Rupiah Melemah 7,74% Sepanjang 2026
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 15.03
Rupiah Berhasil Menguat, Dolar AS Parkir di Level Rp17.960
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 13.20
Rupiah Jatuh Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Siapkan Intervensi Tiga Jalur
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 12.07
Rupiah Tertekan hingga Rp18.000 per USD, BI Ungkap Faktor Pemicunya
Berita terkait
Lawan Aset Amerika, BI Ungkap Strategi Gaet Modal Asing
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 17.20
Badai Obligasi AS-Jepang Mengamuk, Rupiah dan Modal Asing Bakal Seret?
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 13.07
BI: Pelemahan rupiah dipengaruhi kekhawatiran tekanan inflasi global
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 11.36
BI Tak Tinggal Diam Rupiah Anjlok! Masuk ke Pasar, Langsung Intervensi
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 11.35