Dolar Nyaris Rp18.000, Juda Agung Bocorkan Jurus Amankan Rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan Kemenkeu menggunakan Global Bonds dan Panda Bonds untuk menarik modal asing sehingga rupiah tidak melonjak hingga Rp18.000/US$. Uang hasil penjualan saham negara akan disimpan di BI sebagai cadangan devisa untuk menstabilkan nilai tukar. Kebijakan ini mendukung kredibilitas fiskal agar investor tertarik ke SBN. Rupiah melemah 0,39% menjadi Rp17.940/US$ pada 1 Oktober 2026, mengikuti penguatan dolar AS yang terukur oleh DXY mencapai 101,678. Dolar US mencapai level tertinggi tiga bulan terakhir akibat kenaikan bunga Treasury dan kekhawatangan inflasi global pasca konflik AS-Israel-Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 08.30
Rupiah Berpotensi Tembus Rp 18.000, Pasar Cermati Data Ekonomi
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 20.12
Rupiah Melemah ke 17.966 Setelah Rilis Inflasi September 2026
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 15.30
Rupiah melemah dipengaruhi pengumuman inflasi Indonesia
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 12.21
Rupiah Kembali Melemah Tertekan Data Tenaga Kerja AS
Berita terkait
Terungkap! Ini Biang Kerok Penyebab Dolar Tembus Rp18.000 Hari Ini
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 10.48
Rupiah Sempat Tertekan Mendekati 18.000, Sentimen Eksternal Biang Keladinya
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 16.01
Dolar AS Dekati Rp18.000/US$, Airlangga Buka Suara
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.58
Rupiah Dibuka Melemah 0,17%, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.780
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 09.06