Ekonom: Orientasi ekonomi RI harus "outward looking" agar rupiah kuat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom senior Didik J Rachbini menegaskan bahwa sistem dan kebihaman ekonomi Indonesia perlu berorientasi keluar (outward looking) dengan memperkuat sektor eksternal agar nilai tukar rupiah stabil dan kuat. Indonesia harus meningkatkan transaksi bisnis yang memperoleh pendapatan dari luar negeri, bukan hanya dari konsumen domestik. Kebijakan ekonomi berbasis ekspor diperlukan untuk memperoleh cadangan devisa dolar AS yang cukup. Sayangnya, cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 hanya mencapai 145,3 miliar dolar AS, jauh di bawah Singapura (426,2 miliar), Thailand (279,2 miliar), dan Malaysia (132,6 miliar).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 30 Agustus 2026 pukul 20.00
Bukan Cuma Urusan BI, Ini Penyebab Rupiah Sulit Menguat
kumparan · 30 Agustus 2026 pukul 18.51
Rupiah Menguat ke Level Rp 17.693, Ekonom Ulas Faktor Pendorong dan Prospeknya
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 20.00
Pemerintah Longgarkan Retensi DHE Tambang Jadi 3 Bulan, Ini Syaratnya
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 19.00
Ekonom Soroti Dampak dari Rupiah Melemah di Atas Asumsi Rp 17.500 pada 2027
Berita terkait
Destry soroti tantangan ekspor di tengah CAD melebar pada kuartal II
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 15.34
Prabowo Beberkan Kerjaan PT DSI: Awasi 6.500 Transaksi Ekspor Komoditas, Devisa Tambah Rp89 T
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 15.30
PT DSI Temukan Potensi Tambahan Devisa Ekspor Rp89 Triliun dari Sawit hingga Batu Bara
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 14.13
Rupiah menguat seiring penegasan independensi Bank Indonesia
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 17.30