Gara-gara Modal Cekak, OJK Cabut Izin Bank di Tangerang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Masyarakah Ummat Indonesia di Tangerang pada 25 September 2026. Bank tersebut ditetapkan dalam status Bank Dalam Penyehatan (BDP) pada Desember 2025 karena rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) kurang dari 12%. Upaya penyehatan oleh pengurus dan pemegang saham tidak berhasil, sehingga pada September 2026 bank ditempatkan dalam status Bank Dalam Resolusi (BDR). Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meminta likuidasi dan pencabutan izin, yang telah dilaksanakan dengan penutupan semua kantor bank dan penghentian kegiatan usaha. Simpanan nasabah dijamin oleh LPS sesuai program penjaminan simpanan yang berlaku.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 17.44
OJK Cabut Izin Usaha BPRS Musyawarah Ummat Indonesia
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 17.42
OJK cabut izin usaha BPRS Musyarakah Ummat Indonesia
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 17.41
OJK Cabut Izin BPRS di Banten, Jadi Bank ke-15 yang Tutup di 2026
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 17.00
OJK Cabut Izin BPRS Musyarakah Ummat Indonesia Tangerang
Berita terkait
Bos LPS Ungkap 100 BPR Sudah Siap Uji Coba Pemanfaatan SIstem IT 2027
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 13.55
Kurang Modal dan Likuiditas Bermasalah, BPR di Bali Dicabut Izinnya
kumparan · 21 September 2026 pukul 04.00
Bank di Bali Tutup Gara-gara Kurang Modal
Detik.com · 19 September 2026 pukul 19.30
14 Bank Tutup per September 2026, Terbaru BPR Pasarraya Kuta
CNN Indonesia · 19 September 2026 pukul 07.40