Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Minyak Dunia Koreksi, tapi Pasokan Global Terancam Defisit

Harga minyak dunia terkoreksi tipis pada perdagangan Kamis pagi, 13 Agustus 2026. Brent turun 1,16 persen ke US$87,95 per barel dari US$88,98, sementara WTI turun 1,28 persen ke US$82,20 per barel dari US$83,27. Meski melemah hari ini, harga masih jauh di atas level awal Agustus. Dibandingkan penutupan 4 Agustus, Brent naik sekitar 10,8 persen dan WTI menguat sekitar 8,5 persen karena premi risiko pasokan setelah konflik di kawasan Teluk kembali memanas.

Laporan IEA memperkirakan defisit pasokan minyak global semakin dalam. Proyeksi pasokan 2026 dipangkas menjadi 102,02 juta barel per hari, turun 4,3 juta barel per hari dibanding tahun sebelumnya, lebih dalam dari proyeksi Juli sebesar 3,7 juta barel per hari. Produksi global diperkirakan 1,27 juta barel per hari di bawah permintaan. Defisit kuartal III-2026 diproyeksikan 1,8 juta barel per hari, terdalam sejak kuartal IV-2021. Gangguan berasal dari konflik Timur Tengah setelah gencatan senjata Amerika Serikat-Iran runtuh, termasuk serangan kapal tanker di Selat Hormuz, serangan Houthi di Selat Bab el-Mandeb, blokade ekspor Iran, dan terhambatnya pengiriman minyak Kazakhstan.

Pengapalan minyak dari Timur Tengah turun dari sekitar 20 juta menjadi 12 juta barel per hari. Produksi kawasan masih 8,3 juta barel per hari di bawah level sebelum konflik. IEA merevisi turun permintaan global 2026 menjadi penyusutan 1,6 juta barel per hari. OPEC masih memperkirakan pertumbuhan permintaan 580 ribu barel per hari. Risiko gangguan pasokan tetap tinggi selama Selat Hormuz belum beroperasi normal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait