Moody’s Turunkan Outlook Bayan Resources (BYAN) Jadi Negatif, Ini Penyebabnya?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Moody's Ratings mempertahankan peringkat Ba1 untuk PT Bayan Resources Tbk (BYAN) namun menurunkan prospeknya dari stabil menjadi negatif. Penurunan ini terutama disebabkan oleh ketidakpastian terkait persetujuan kuota produksi batu bara yang belum diperoleh dari pemerintah. Akibatnya, Bayan Resources menyatakan force majeure pada 14 September 2026 atas kewajiban pasokan batu bara dari tiga anak usahanya: PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima. Direktur Bayan, Low Yi Ngo, menjelaskan bahwa hal ini terkait belum ditetapkannya persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk ketiga anak usaha tersebut, meskipun permohonan sudah diajukan sesuai peraturan yang berlaku.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.00
Bayan Force Majeure Gegara RKAB Habis, ESDM Buka Suara
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 14.01
ESDM Ungkap Alasan Belum Terbitkan Persetujuan RKAB Bayan
Berita terkait
RKAB Belum Terbit, BYAN Umumkan Kondisi Kahar
Detik.com · 15 September 2026 pukul 14.27
Bayan Umumkan Alami Force Majeure di Tengah Isu Haji Isam Borong Saham
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 13.22
Saham Bayan Resources (BYAN) Anjlok Tajam akibat Force Majeure 3 Anak Usaha
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 11.18
BYAN Kasih Pengumuman Penting di Tengah Rumor Akuisisi oleh Haji Isam
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 06.21