OJK Catat Total Aset Industri Asuransi RI Capai Rp Rp 1.184 triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset industri asuransi nasional per Juni 2026 mencapai Rp 1.184,72 triliun, naik 1,86% year on year (yoy). Asuransi komersil menyumbang aset Rp 967,75 triliun dengan pendapatan premi Rp 170,98 triliun, masing-masing tumbuh 2,97% dan 2,84% yoy. Sebaliknya, asuransi non-komersil seperti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan terkontraksi 2,80% yoy dengan total aset Rp 216,97 triliun.
Permodalan industri tetap solid, dengan risk based capital (RBC) asuransi jiwa sebesar 461,94% dan asuransi umum serta reasuransi 318,52%, jauh di atas batas minimum 120%. Sementara itu, industri dana pensiun tumbuh 6,47% yoy menjadi Rp 1.680,57 triliun. Sektor penjaminan mengalami kontraksi 3,05% yoy menjadi Rp 45,83 triliun.
Di sisi pengawasan, OJK sedang mendalami 15 entitas yang diduga menjalankan usaha pialang asuransi dan reasuransi tanpa izin. Pendalaman dilakukan sejak Januari hingga Juli 2026 melalui pengumpulan dan penguatan alat bukti.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 20.25
OJK: Aset Industri Asuransi Tembus Rp 1.184,72 Triliun
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 16.39
OJK Ungkap Update Terbaru Industri Asuransi di Indonesia
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 16.23
OJK: Aset Asuransi, Dapen, hingga Kripto Kompak Tumbuh per Juni 2026
Berita terkait
OJK Bubarkan Dana Pensiun BASF Indonesia, Tunjuk Likuidator
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 14.15
Ekonom: Investasi LN bisa didahulukan bagi dapen bertata kelola baik
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 20.59
OJK Buka Keran Investasi Dana Pensiun ke Luar Negeri, Ini Syaratnya
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 20.35
RI Menua, OJK Dorong Dana Pensiun Disiapkan Sejak Hari Pertama Kerja
CNN Indonesia · 26 September 2026 pukul 13.00