OJK Wanti-wanti Dana Pensiun BUMN: Punya Tantangan Jangka Panjang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9357990/original/058872900_1790318293-email-attachment_2026_09_25_immanuel-christian_ojk-jelaskan-iuran-dana-pensiun-asn-dan-peran-apbn_IMG_7350.jpeg)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai dana pensiun (dapen) BUMN menghadapi tantangan kecukupan dana dalam jangka panjang. Meskipun mampu membayar kewajiban jangka pendek, perhitungan aktuaria menunjukkan risiko gagal bayar di masa depan. Kementerian BUMN dan Danantara melakukan review menyeluruh terhadap kecukupan dana, likuiditas, dan kemampuan pembayaran. Sebagian besar aset dapen masih berbentuk aset tetap yang sulit dicairkan. OJK berkomitmen koordinasi intensif dengan BUMN untuk memperbaiki tata kelola, strategi investasi, serta melindungi hak peserta pensiun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 16.48
OJK pastikan dana pensiun BUMN bisa penuhi kewajiban jangka pendek
Detik.com · 25 September 2026 pukul 15.01
Minimum Harga Saham Gocap Dihapus, OJK Sebut Investor Nyangkut Bisa Selamat
Detik.com · 25 September 2026 pukul 14.06
Disebut Danantara Jadi PR Besar, Begini Kondisi Dana Pensiun BUMN
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.50
OJK: Dapen BUMN Masih Mampu Bayar Kewajiban Jangka Pendek
Berita terkait
Gaji PNS Pemda Mau Dipindah dari BPD ke Bank BUMN, Ini Kata OJK
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 10.41
OJK Buka Suara soal Wacana Payroll ASN Dipindah dari BPD ke Himbara
kumparan · 21 September 2026 pukul 20.55
LDR Bank Naik, OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Masih Memadai
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 17.33
OJK awasi bank yang punya "buffer" likuiditas relatif terbatas
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 16.33