Panja Gula DPR Kembali Bahas Impor Gula Mentah Lewat BUMN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4729966/original/074920500_1706586460-taro-ohtani-5T5zmIqs0AM-unsplash.jpg)
Panitia Kerja Gula Komisi VI DPR kembali membahas tata niaga gula nasional dengan rencana impor gula mentah untuk rafinasi melalui BUMN. Kebijakan ini ditujukan untuk menghentikan rembesan gula rafinasi ke pasar konsumsi yang menghambat jualan gula kristal putih petani tebu. Impor gula mentah dibutuhkan sekitar 3,5-4 juta ton per tahun, selama ini dilakukan oleh 11 perusahaan swasta. Petani mengalami persaingan ketika gula kristal murah dan putih dari impor menjadi preferensi pedagang. Komisi VI tidak menentukan BUMN yang akan impor, keputusan diserahkan kepada pemerintah dan Danantara berdasarkan kesiapan. Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia menjadi pendampingan penting dalam pembahasan ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 23 September 2026 pukul 21.00
Cegah Petani Tebu Merugi Terus, DPR Minta Pemerintah Tunjuk BUMN untuk Impor Gula Rafinasi
Detik.com · 23 September 2026 pukul 19.00
Tok! DPR Restui Impor KRL Bekas Jepang
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.33
Kemenperin Bantah Ada Tambahan Impor 150 Ribu Ton Gula Konsumsi
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.33
Kementerin Bantah Tambahan Impor 150 Ribu Ton Gula Kristal Rafinasi
Berita terkait
Kemenperin Bantah Tambahan Impor 150 Ribu Ton Gula Kristal Rafinasi
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.33
Kemenperin Tepis Kabar Ada Tambahan Kuota Impor Gula 150 Ribu Ton
Detik.com · 23 September 2026 pukul 12.01
Kemenperin Tegaskan Tidak akan Tambah Pasokan Gula Mentah untuk Rafinasi
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 11.30
DPR Ungkap Arah Revisi UU Keuangan Negara, Ini Poin-Poinnya
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 10.50