Pemerintah Selidiki Beras Fortifikasi Mahal, Klaim Gizi Bakal Diuji!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah melalui Bapanas menyelidiki beras fortifikasi yang dijual jauh lebih mahal dari beras medium dan premium. Pemeriksaan mencakup kandungan vitamin dan mineral, mutu fisik beras, berat bersih, legalitas produk, proses produksi, serta kebenaran informasi label. Tujuannya memastikan kenaikan harga sebanding dengan manfaat gizi dan kualitas produk.
Direktur Pengawasan Bapanas, Brigjen Pol. Hermawan, menegaskan fortifikasi tidak boleh jadi alasan harga berlebihan. Pemerintah akan membandingkan harga jual dengan beras medium dan premium, serta merinci komponen biaya dari bahan baku hingga margin. Produsen wajib transparan soal biaya tambahan fortifikasi. Pengujian laboratorium akan verifikasi kandungan gizi dan mutu beras dasar (kadar air, derajat sosoh, butir patah, benda asing, dll) agar fortifikasi tidak menutupi kualitas rendah.
Pemeriksaan juga meliputi kesesuaian berat bersih, kelengkapan label (komposisi, izin edar, klaim), legalitas, dan ketertelusuran produksi. Pelanggaran bisa berakibat perbaikan label, penghentian peredaran, atau penarikan produk. Pemerintah menekankan ketersediaan beras medium dan premium harus terjaga; fortifikasi hanya alternatif bernilai gizi jelas, bukan alat segmentasi harga. Hasil pemeriksaan akan diumumkan setelah proses pengujian dan verifikasi selesai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 17.53
Bapanas Selidiki Alasan Beras Fortifikasi Dijual Mahal
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.12
Gebuk Mafia, Kepala Bapanas Pastikan Pengawasan Beras Fortifikasi Makin Tajam
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 12.40
Amran Tebar Ancaman, Mau Gebuk Pengusaha Beras Fortifikasi Nakal
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 18.25
Amran Temukan Penyimpangan Beras Fortifikasi, Mendag Akan Cek Ritel
Berita terkait
Kementan Pastikan Stok Beras Premium di Pasar Tradisional Memadai
Detik.com · 30 September 2026 pukul 13.08
Pemerintah Perketat Pengawasan Pangan, 102 Tersangka Diproses sejak 2024
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 11.30
Terungkap! Ini Alasan Pemerintah Ungkap 25 Beras Fortifikasi Abal-Abal
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 11.30
Amran Setop Produksi 25 Merek Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 11.51