Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Selidiki Beras Fortifikasi Mahal, Klaim Gizi Bakal Diuji!

Pemerintah melalui Bapanas menyelidiki beras fortifikasi yang dijual jauh lebih mahal dari beras medium dan premium. Pemeriksaan mencakup kandungan vitamin dan mineral, mutu fisik beras, berat bersih, legalitas produk, proses produksi, serta kebenaran informasi label. Tujuannya memastikan kenaikan harga sebanding dengan manfaat gizi dan kualitas produk.

Direktur Pengawasan Bapanas, Brigjen Pol. Hermawan, menegaskan fortifikasi tidak boleh jadi alasan harga berlebihan. Pemerintah akan membandingkan harga jual dengan beras medium dan premium, serta merinci komponen biaya dari bahan baku hingga margin. Produsen wajib transparan soal biaya tambahan fortifikasi. Pengujian laboratorium akan verifikasi kandungan gizi dan mutu beras dasar (kadar air, derajat sosoh, butir patah, benda asing, dll) agar fortifikasi tidak menutupi kualitas rendah.

Pemeriksaan juga meliputi kesesuaian berat bersih, kelengkapan label (komposisi, izin edar, klaim), legalitas, dan ketertelusuran produksi. Pelanggaran bisa berakibat perbaikan label, penghentian peredaran, atau penarikan produk. Pemerintah menekankan ketersediaan beras medium dan premium harus terjaga; fortifikasi hanya alternatif bernilai gizi jelas, bukan alat segmentasi harga. Hasil pemeriksaan akan diumumkan setelah proses pengujian dan verifikasi selesai.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait