DPR Akan Kaji Usulan Prabowo soal Pengadilan Ad Hoc Khusus BUMN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan pembentukan pengadilan ad hoc khusus untuk menyelidiki kinerja BUMN, terutama terkait tata kelola yang dinilai tidak baik. Dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026, Prabowo menyatakan terkejut menemukan adanya 1.074 BUMN, termasuk anak, cucu, dan cicit perusahaan. Ia menduga jumlah BUMN hanya sekitar 300 hingga 400 perusahaan sebelumnya. Prabowo menyoroti dugaan kerugian negara akibat pengelolaan BUMN yang tidak bertanggung jawab, dan mengusulkan penyelidikan mendalam terhadap direksi BUMN selama 30 tahun terakhir. Usulan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan BUMN.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 23.35
DPR Kaji Usulan Presiden Prabowo Soal Pembentukan Pengadilan Ad Hoc BUMN
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 21.22
Dasco soal Presiden Mau Bentuk Peradilan Ad Hoc Khusus BUMN: DPR Akan Kaji
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 15.03
Prabowo Buka Opsi Usut Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang, Ada Apa?
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 14.36
'BUMN Ini Kadang Seenaknya' Prabowo Siap Usut Direksi Nakal 30 Tahun Terakhir
Berita terkait
KPK Respons Wacana Pengadilan Ad Hoc BUMN yang Diusulkan Prabowo
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 15.08
Pimpinan DPR Kaji Usul Presiden Prabowo soal Peradilan Ad Hoc BUMN
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.35
Prabowo Usul Pengadilan Ad Hoc BUMN, Dasco: Terlalu Bersemangat
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 19.30
Mensesneg: Wacana Amnesti Petinggi BUMN untuk Benahi Tata Kelola •
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 14.57