PSI Skakmat Perbedaan Sikap Pejabat: Dulu Ijazah Jokowi Semua Bicara, Sekarang Beda!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama mempertanyakan sikap pemerintah terhadap gugatan diskualifikasi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sedang diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK). Dian menegaskan bahwa perkara terkait Gibran tidak bersifat pribadi, melainkan berkaitan dengan pemerintahan karena ia menjabat sebagai Wakil Presiden. Ia membandingkan dengan kasus ijazah Presiden Joko Widodo dulu, ketika berbagai lembaga pemerintah turun untuk memberikan klarifikasi dan dukungan. Dian mempertanyakan mengapa perangkat komunikasi pemerintah seperti Badan Komunikasi, juru bicara Istana, dan Kepala Staf Kepresidenan belum menunjukkan sikap dalam kasus ini. Menurutnya, Gibran seolah-olah menghadapi gugatan tanpa dukungan dari pemerintah, sehingga ia menilai hal ini mencerminkan ketidakkonsistenan sikap pemerintah dibandingkan dengan masa sebelumnya. Sementara itu, Herga Natanegara dari tim Gibran menilai gugatan tersebut sebagai urusan pribadi, bukan urusan negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 17.16
PSI Bela Gibran soal Gugatan di MK: Ijazah Ini Kapan Selesainya ya?
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 16.34
PDIP Ingatkan Jangan Seret-seret Puan di Polemik Ijazah Gibran
CNN Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 14.06
Mantan Hakim Konstitusi Sebut Sengketa Pilpres 2024 Sudah Kedaluwarsa
JPNN.com · 5 Oktober 2026 pukul 08.51
Soal Putusan PHPU Nomor 1/2026, Suhadi Sebut Diskualifikasi Wapres Bukan Ranah MK
Berita terkait
Politisi PSI: Kalau Gibran Digantikan, Prabowo Diganti Juga Dong
Warta Ekonomi · 3 Oktober 2026 pukul 18.00
PSI: Mas Gibran seperti Berjalan Sendiri di Kegelapan Tanpa Pembelaan dari Kabinet Prabowo
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 13.15
PSI Kesal Gibran Sendirian Hadapi Gugatan di MK: Pemerintahan Hari Ini Bukan Hanya Prabowo
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 12.15
Denny Indrayana Bicara soal Gibran, Politisi PSI: Seperti Orang Frustasi
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 10.45