Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Balik Turun Tipis ke Rp17.880

Rupiah ditutup menguat tipis 0,03% ke posisi Rp17.880 per dolar AS pada perdagangan Jumat (25/9/2026), setelah sempat melemah di pembukaan hingga Rp17.935. Penguatan ini didorong oleh koreksi indeks dolar AS (DXY) yang melemah 0,12% ke 101,169. Tekanan awal rupiah mereda menjelang penutupan, memungkinkan mata uang Garuda bangkit 55 poin dari posisi terlemahnya. Di sisi lain, kekuatan dolar AS masih tinggi setelah beberapa hari menguat, didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Imbal hasil US Treasury 30 tahun mencapai level tertinggi sejak Juni 2004, sementara tenor 10 tahun menyentuh posisi tertinggi dalam hampir dua dekade. Data pasar tenaga kerja AS yang kuat, dengan klaim pengangguran turun ke 197.000, memperkuat ekspektasi pengetatan moneter. Kekhawatiran inflasi juga meningkat setelah harga minyak naik hampir 4% akibat serangan Houthi di Arab Saudi. Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober mencapai 68,6%, naik dari 55,4% seminggu sebelumnya. Bank Indonesia menyatakan akan terus berintervensi di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah sesuai fundamental ekonomi, sambung meningkatkan strategi operasi moneter berbasis pasar dan koordinasi dengan pelaku pasar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait