Saham Summarecon Rontok Usai Bosnya Kena OTT KPK
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengalami penurunan 13,25% ke Rp 288 per saham setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor. Presiden Direktur SMRA, Adrianto Pitojo Adhi, terlibat dalam operasi tersebut bersama 16 orang lainnya, termasuk pejabat BPN di Lampung, Bogor, dan Tangerang. Penurunan saham terjadi sejak pembukaan perdagangan dengan harga Rp 328, menutup pada Rp 288 dengan volume perdagangan 186,74 juta saham dan nilai transaksi Rp 56,18 miliar. Investor asing melakukan aksi jual bersih senilai Rp 2,89 miliar pada hari itu, sementara total net foreign sell tahun 2026 mencapai Rp 274,94 miliar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 20.30
Daftar 8 Tersangka OTT KPK Terkait HGB Summarecon di Kabupaten Bogor
JawaPos · 15 September 2026 pukul 18.45
KPK Tetapkan 8 Tersangka dari OTT Dirjen ATR/BPN, Ada Fahd Arafiq dan Bos Summarecon
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 18.26
Daftar Tersangka Kasus BPN: Fahd A Rafiq hingga Presdir Summarecon
ANTARA News · 15 September 2026 pukul 18.23
KPK tahan Fahd Arafiq hingga Presdir Summarecon
Berita terkait
KPK Tetapkan 8 Tersangka di Kasus HGB Summarecon
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 17.59
KPK sudah tetapkan tersangka terkait OTT ATR/BPN
ANTARA News · 15 September 2026 pukul 16.13
Kena OTT KPK, Ini Profil Bos Summarecon (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 14.50
KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Terjaring OTT
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 14.30