Hornet Kampanyekan LGBTQ, Komdigi Minta Toko Aplikasi Hapus
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta Google Play Store dan Apple App Store menghapus aplikasi Hornet dari layanan yang dapat diakses pengguna di Indonesia. Langkah ini diambil setelah Komdigi menerima aduan masyarakat mengenai dugaan keterkaitan platform Hornet dengan kampanye LGBTIQ+ yang dinilai tidak sesuai dengan nilai, norma, dan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menegaskan bahwa persoalan Hornet tidak hanya berkaitan dengan muatan konten, melainkan juga kepatuhan platform dalam mendaftarkan diri sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).
Menurut Alex, Hornet sejak awal tidak pernah mendaftarkan diri sebagai PSE di Indonesia, yang merupakan pelanggaran kewajiban hukum. Komdigi telah meminta Apple dan Google melakukan delisting aplikasi tersebut untuk pengguna di Indonesia sebagai bagian dari penegakan aturan. Alex menegaskan bahwa setiap platform digital yang menyediakan layanan bagi masyarakat Indonesia wajib mengikuti hukum dan ketentuan nasional, tanpa membedakan asal negara, skala perusahaan, maupun jumlah pengguna.
Komdigi menyatakan akan memproses aplikasi lain yang memiliki layanan serupa dan terus menindaklanjuti laporan serta aduan masyarakat. Prinsip yang ditegakkan adalah siapa pun yang ingin menyediakan layanan digital bagi masyarakat Indonesia harus hadir secara bertanggung jawab dan mematuhi aturan yang berlaku.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 17.00
Tak Daftar PSE dan Langgar Aturan, Komdigi Minta App Store dan Play Store Delisting Aplikasi Ini
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 11.42
Kemkomdigi Soroti Hornet, Minta Google & Apple Hapus dari Toko Aplikasi
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 13.01
Komdigi Desak Apple dan Google Hapus Aplikasi Hornet
Berita terkait
Komdigi Sebut 86 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Sudah Kembali Beroperasi
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 11.56
Mengenal Frekuensi 3,5 GHz, Spektrum Emas Kunci Masa Depan 5G Indonesia
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 15.36
Gempa M7,7 Ganggu 200 BTS di NTT, Ini Penyebab Jaringan Seluler Bisa Tumbang
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 15.17
200 BTS Terdampak Gempa M 7,7 di NTT, Ini Lokasinya
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 13.28