Komdigi Minta Apple dan Google Hapus Aplikasi Hornet Karena Kampanyekan LGBTQ
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta Apple App Store dan Google Play Store untuk menghapus aplikasi Hornet dari layanan yang dapat diakses di Indonesia. Permintaan ini muncul setelah menerima aduan masyarakat terkait keterkaitan aplikasi tersebut dengan kampanye LGBTIQ+ yang dianggap tidak sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku di Indonesia.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menyatakan bahwa Hornet belum mendaftarkan diri sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Indonesia. Menurutnya, setiap platform digital yang menyediakan layanan bagi masyarakat Indonesia wajib menghormati hukum dan ketentuan nasional, tanpa membedakan asal negara, skala perusahaan, atau jumlah penggunanya.
Komdigi menegaskan akan terus memantau dan menindaklanjuti laporan serta aduan masyarakat terkait pelanggaran di ruang digital. Selain Hornet, kementerian juga akan memproses aplikasi serupa yang tidak memenuhi kewajiban hukum dan tata kelola sistem elektronik di Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 17.00
Tak Daftar PSE dan Langgar Aturan, Komdigi Minta App Store dan Play Store Delisting Aplikasi Ini
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 13.01
Komdigi Desak Apple dan Google Hapus Aplikasi Hornet
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 03.00
Hornet Kampanyekan LGBTQ, Komdigi Minta Toko Aplikasi Hapus
Berita terkait
Di Tengah Karnaval HUT ke-81 RI, Menkomdigi Ingatkan Masyarakat Peduli Korban Gempa NTT
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 23.22
Komdigi: 86% BTS Terdampak Gempa di NTT Sudah Kembali Beroperasi
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 16.49
HUT ke-81 RI, Komdigi Perkuat Kedaulatan Digital dari judi Online hingga Perlindungan Anak
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 16.30
Komdigi Sebut 86 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Sudah Kembali Beroperasi
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 11.56