5 Temuan KNKT di Balik Tabrakan Maut KA Anggrek dengan KRL
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kecelakaan antara KA Anggrek (KA 4B) dan KRL (KA 5568A) di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 pukul 20.52 WIB menyebabkan 16 orang tewas dan 107 orang luka. KNKT menemukan enam faktor kontributif termasuk kegagalan komunikasi darurat, tidak adanya prosedur pengereman darurat di rel lengkung, dan masalah visibilitas persinyalan. Kronologi menunjukkan KRL berhenti di jalur hulu akibat kerumunan warga, sementara KA Anggrek masih dalam perjalanan di jalur III sebelum akhirnya bertabrakan. Pengereman dilakukan selama 37 detik dengan fase service brake, diikuti emergency brake 25 detik sebelum tabrakan. Jarak henti yang diperlukan lebih pendek dari jarak tersedia, namun komunikasi yang tertunda mencegah antisipsi dini. KNKT menyampaikan 60 temuan dan rekomendasi kepada Ditjen Perhubungan, PT KAI, dan PT KCI untuk perbaikan sistem persinyalan, komunikasi darurat, dan pelatihan masinis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 23.28
KNKT Ungkap 6 Penyebab Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi Timur
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 05.00
Cerita Genting di Balik Kendali Argo Bromo Anggrek Berujung Masinis Jadi Tersangka
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 19.56
KAI Beri Bantuan Hukum ke Masinis Tersangka Kecelakaan KA di Bekasi
JawaPos · 29 September 2026 pukul 14.00
Dianggap Lalai, Masinis KA Argo Bromo Jadi Tersangka Kasus Tabrakan dengan KRL di Bekasi
Berita terkait
Hasil Investigasi KNKT Dirilis, Ungkap 6 Faktor Picu Tabrakan KA Anggrek Vs KRL
Detik.com · 28 September 2026 pukul 16.41
Tabrakan Maut dengan KRL Bikin Masinis KA Anggrek Jadi Tersangka
Detik.com · 30 September 2026 pukul 06.35
2 Klaster Perkara Tabrakan KA Anggrek Vs KRL: Sopir Taksi dan Masinis Tersangka
Detik.com · 29 September 2026 pukul 17.16
Polisi Tetapkan Masinis KA Anggrek Tersangka Tabrakan Maut dengan KRL
Detik.com · 29 September 2026 pukul 14.12