Awal Mula Sengketa Lahan Rp 4,8 T di Bali hingga Disita Polisi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kortas Tipikor Polri menyita lahan seluas 23 hektare di Ungasan, Badung, Bali, yang dikuasai PT Marga Srikaton Dwipratama (MSD) sejak 2014. Sengketa bermula dari proses tukar-menukar aset (ruislag) yang tidak tuntas, di mana PT MSD gagal membangun Gedung BPN Bali sebagai kompensasi penguasaan lahan tersebut.
Meski Sertifikat Hak Pakai telah beralih ke Kementerian ATR/BPN pada 2022, PT MSD tetap menguasai lahan dengan pemagaran dan pos jaga. Berdasarkan perhitungan BPK, nilai aset yang menjadi objek dugaan korupsi penyerobotan aset negara ini melonjak dari Rp 2,2 triliun pada 2024 menjadi sekitar Rp 4,8 triliun saat ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 21.28
Polri Usut Kasus Ruislag Bermasalah di Ungasan Bali, Sita Aset Rp 4,8 Triliun
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.56
Kortas Periksa Pegawai ATR/BPN Usut Dugaan Korupsi Lahan Rp4,8 T
kumparan · 17 September 2026 pukul 16.16
Kortastipidkor Polri Sita Lahan Senilai Rp 4,8 Triliun di Ungasan, Bali
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 14.35
Kortas Tipidkor Usut Dugaan Korupsi Tanah Milik ATR/BPN di Bali
Berita terkait
Kortas Tipikor Sita Lahan Rp 4,8 T di Bali Terkait Kasus Serobot Aset Negara
Detik.com · 19 September 2026 pukul 13.49
Sederet Fakta Kortastipidkor Polri Sita Lahan Rp 4,8 Triliun di Bali
Detik.com · 18 September 2026 pukul 10.10
Kantongi Suap Rp1,9 Triliun, Eks Anggota DPR Dihukum Mati dan Asetnya Dirampas Negara
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 10.30
KPK Terbang ke Bali Periksa Lima Saksi Swasta, Usut Korupsi Bea Cukai
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 18.17