Bareskrim Ungkap Singkawang Jadi 'Pintu Masuk' TPPO Pengantin Pesanan ke China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bareskrim Polri mengungkapkan jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus pengantin pesanan ke China yang menggunakan wilayah Singkawang, Kalimantan Barat sebagai 'pintu masuk' utama. Kombes Yolanda Evalyn Sebayang menjelaskan bahwa kemampuan warga Singkawang berbahasa Mandarin menjadi faktor kunci karena memudahkan komunikasi dengan calon suami dari China. Para perekrut menyasar langsung warga yang fasih Mandarin melalui pendekatan door-to-door tanpa menggunakan media sosial. Korban diiming-imingi dengan uang Rp 25 juta saat berangkat dan janji uang bulanan Rp 10 juta, namun setibanya di China, korban dijadikan asisten rumah tangga dan mengalami kekerasan. Uang bulanan yang dijanjikan tidak pernah diberikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 12.14
Janji Manis Tersangka Pengantin Pesanan China: Hidup Layak, Bulanan Rp 10 Juta
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 12.07
Sindikat Pengantin Pesanan China Terbongkar, Dua Orang Jadi Tersangka
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 15.42
Bareskrim Bongkar TPPO Modus Pengantin Pesanan ke China, Korban Dijadikan ART
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 15.32
Bareskrim Bongkar Sindikat TPPO Modus Pengantin Pesanan ke China
Berita terkait
Bareskrim Bongkar TPPO Modus Pengantin Pesanan ke China, 2 Orang Tersangka
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 12.44
Perekrut Pengantin Pesanan ke China Dapat Upah Rp 20 Juta Per Korban
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 16.31
Perdagangan Orang Modus Pengantin Pesanan, Korban Dijual ke Warga Cina
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.10
Bareskrim Tetapkan 2 Tersangka Kasus TPPO Modus Pengantin Pesanan
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 15.01