BI Tegaskan Uang Digital tidak Gantikan Uang Kartal, Keduanya Saling Melengkapi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa uang digital tidak akan menggantikan uang kartal, melainkan keduanya saling melengkapi sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali menjelaskan bahwa secara fisik maupun dalam sistem perekonomian, uang Rupiah dalam bentuk digital dan kartal memiliki peran yang setara dan tidak saling menggantikan. BI berkomitmen mengembangkan digitalisasi dan penggunaan Rupiah secara fisik secara bersamaan untuk memberikan fleksibilitas dan pilihan transaksi bagi masyarakat.
Pada Juli 2026, volume transaksi digital mencapai 5,50 miliar transaksi, tumbuh 28,69 persen secara tahunan. Di sisi lain, uang kartal yang diedarkan (UYD) tumbuh 15,10 persen menjadi Rp1.314 triliun. Pertumbuhan ini memperlihatkan bahwa meski digitalisasi transaksi berkembang pesat, penggunaan uang fisah masih menunjukkan tren positif dan tetap penting dalam aktivitas ekonomi.
BI juga melaporkan pertumbuhan M0 sebesar 18,3 persen secara tahunan. Selain itu, BI memperluas pengembangan Kartu Kredit Indonesia (KKI) ke segmen ritel, dengan nilai transaksi KKI segmen pemerintah mencapai Rp147,8 miliar pada kuarter II 2026, tumbuh 69,5 persen. BI juga mempertahkan BI Rate di level 5,75% dan rupiah menguat terhadap dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 22.11
BI pastikan uang digital tidak gantikan uang kartal
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 06.03
BI Pastikan Uang Digital Tidak Akan Menggantikan Uang Kartal
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 16.40
Rupiah Menguat ke 17.694 per Dolar AS, Ini Pemicunya
ANTARA News · 21 Agustus 2026 pukul 16.17
Rupiah menguat dipengaruhi efek bank sentral tahan BI-Rate
Berita terkait
Nilai Tukar Rupiah Menguat, BI Sebut Akibat Stabilisasi
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.17
Kesiapan Rupiah memasuki era digital currency
ANTARA News · 3 Oktober 2026 pukul 12.00
Pengguna QRIS di Jogja Tembus 1,20 Juta, Tumbuh 23,59 Persen
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 20.05
Bank Indonesia: Kenaikan BI-Rate 25 Bps Bisa Pangkas Pertumbuhan Ekonomi 0,1%
kumparan · 28 September 2026 pukul 17.48