Chaos! Spanyol Diserbu Migran Maroko, Tentara Turun-Korban Berjatuhan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ribuan migran memadati kota Fnideq di Maroko dan berupaya menembus perbatasan ke Ceuta, Spanyol, dalam gelombang migrasi besar yang terjadi pada Kamis. Antara 2.000 hingga 3.000 migran berhasil memasuki Ceuta sebelum tengah hari, dengan sembilan jenazah ditemukan di wilayah tersebut. Ceuta adalah salah satu dari dua kota otonom Spanyol di Afrika Utara yang menjadi titik masuk utama ke Uni Eropa.
Pemerintah Spanyol merespons dengan mengirimkan tambahan personel militer dan polisi ke Ceuta, namun terjadi bentrokan yang menyebabkan kerusakan kendaraan. Migran, yang termasuk perempuan, anak-anak, dan warga dari berbagai negara, mencoba jalur alternatif seperti berenang atau melewati pegunungan untuk menghindari pos pemeriksaan.
Lonjakan migran ini terjadi di tengah kebijakan migrasi Spanyol yang relatif lebih terbuka. Baru-baru ini, Madrid meluncurkan program yang memungkinkan sekitar 500.000 migran tanpa dokumen memperoleh status hukum, yang memicu lonjakan permohonan legalisasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 02.20
Pertahanan Spanyol Jebol Diserbu 60.000 Migran, Ini 5 Faktanya
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 00.15
4 Fakta Pulau Ceuta, Wilayah yang Direbutkan Spanyol dan Maroko
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 00.02
Ribuan Migran Terobos Wilayah Ceuta dari Maroko, Pemda Minta Status Darurat
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 10.10
Spanyol Berang dengan Sikap Eropa Terkait Krisis Migran Ilegal di Ceuta
Berita terkait
Tragedi Ceuta: 90 migran tewas saat menuju wilayah Spanyol dari Maroko
ANTARA News · 2 Agustus 2026 pukul 17.37
Update Chaos Serbuan Migran ke Spanyol: Nekat Berujung Penyesalan
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 06.23
Ratusan Migran Ilegal Kembali Coba Terobos Wilayah Ceuta Spanyol
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.14
Bertambah, Korban Tewas Gelombang Migran Ilegal ke Spanyol Jadi 80 Orang
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 06.13