Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dampak Perang AS-Iran Dinilai Perlu Diantisipasi dengan Kebijakan Adaptif

Berlarutnya konflik AS-Iran mengganggu Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar seperlima minyak dan gas dunia. Hal ini menyebabkan harga minyak global melonjak 25%-30% di atas asumsi APBN 2026 sebesar US$70 per barel. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan perlunya Indonesia melakukan diversifikasi risiko geopolitik secara substantif untuk menghadapi ketidakpastian ini.

Para pengamat mengemukakan berbagai pandangan. Shofwan Al Banna Choiruzzad dari UI menilai perundingan AS-Iran belum buntu, karena saling serang merupakan bagian dari negosiasi. Siti Mutiah Setiawati dari UGM menganggap posisi Indonesia canggung karena dinilai tidak netral, sementara Fahmy Radhi mengingatkan dampak ikutan kenaikan harga BBM yang belum terkendali. Mohammad Faisal dari CORE Indonesia memperingatkan potensi kenaikan subsidi BBM lebih dari Rp300 triliun yang bisa melebihi batas defisit APBN.

Di sisi lain, ada tanda positif seperti peningkatan penjualan kendaraan listrik sebesar 80,8% pada Juli 2026, dengan pangsa pasar naik menjadi 18,3%, yang dianggap sebagai potensi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada BBM.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait