Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Di Tengah Perang dan Embargo, Bagaimana Ekonomi Iran Tetap Bertahan?

Iran telah menghadapi sanksi ekonomi selama lebih dari empat dekade, disusul perang dan ketegangan militer dengan Amerika Serikat serta Israel pada 2026. Meski demikian, ekonomi negara dengan populasi lebih dari 92 juta jiwa tidak pernah runtuh. Ekonom Hadi Kahalzadeh menyatakan bahwa keruntuhan ekonomi—didefinisikan sebagai kelaparan meluas, ketidakmampuan membayar pegawai, dan berhentinya layanan dasar—belum terjadi di Iran.

Ketahanan ekonomi Iran didukung oleh diversifikasi domestik, seperti sektor pertanian, manufaktur, dan jasa, yang mengurangi ketergantungan pada minyak. Perdagangan bayangan minyak, jaringan lintas batas, dan pasar kerja informal juga berperan. Namun, tekanan ini berdampak pada masyarakat, dengan inflasi mencapai sekitar 90%, harga pangan melonjak, dan nilai tukar rial melemah terhadap dolar AS.

Upah minimum bulanan di Iran dilaporkan masih di bawah USD100, sementara pemerintah hanya memberikan subsidi tunai dan kupon elektronik untuk kebutuhan pokok. Ekonomi tetap bertahan meski beban sosial yang ditanggung masyarakat sangat berat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait