Strategi Investasi DBS: Optimalkan Momen Global dari Siklus Capex Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Investasi DBS, Hou Wey Fook, memperingatkan bahwa kesenjangan antara ekspektasi kebijakan dan hasil nyata semakin melebar, terutama dalam geopolitik, disiplin fiskal, dan inflasi. Ketegangan di Timur Tengah dan peningkatan belanja pertahanan AS mendorong harga energi lebih tinggi dan defisit struktural, sehingga inflasi jangka pendek semakin mungkin terjadi. Investasi AI yang besar dan peralihan Tiongkok dari deflasi ke stabilitas harga juga mendorong tekanan harga, sehingga bank sentral (Fed, ECB, BOE) mengambil sikap yang lebih hawkish. Kerangka kerja tradisional 60/40 menjadi kurang efektif, sehingga mendorong diversifikasi ke emas dan saham komoditas Tiongkok. Pada saat yang sama, siklus belanja modal baru yang didorong oleh AI dan energi sedang berlangsung, dengan penerima manfaat seperti ekosistem semikonduktor, perangkat keras khusus, dan layanan minyak yang diuntungkan. DBS Treasures menawarkan wawasan CIO Asia dan solusi manajemen kekayaan untuk membantu nasabah menavigasi dinamika pasar ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 07.20
Harga Emas Dunia Menguat Usai The Fed Tahan Suku Bunga
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 19.38
Bank Sentral Inggris Tahan Suku Bunga 3,75%
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 12.15
Di Tengah Perang dan Embargo, Bagaimana Ekonomi Iran Tetap Bertahan?
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 08.01
The Fed Tahan Suku Bunga di 3,6%, Tiga Anggota Terpecah Dorong Kenaikan
Berita terkait
Rupiah Diprediksi Berpotensi Melemah pada Senin
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.40
Membaca Deflasi, Menakar Respons BI
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 12.00
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.875
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 09.03
Harga Emas Antam Kamis 13 Agustus 2026 Naik Rp 20.000, Buyback Lebih Tinggi
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 09.20