Diduga Ada Jaringan Lebih Besar di Balik Dugaan Suap Pengurusan HGB
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggota Komisi III DPR, Abdullah, mendesak KPK mengusut tuntas dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor. Kasus ini mencuat setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang mengamankan 17 orang, termasuk Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (Dirjen PPTR) dari Kementerian ATR/BPN.
KPK diminta tidak hanya fokus pada pihak yang terjaring OTT, tetapi membongkar seluruh jaringan yang melibatkan pemberi, penerima, dan perantara suap. Praktik mafia tanah ini diduga melibatkan oknum pengembang nakal dengan modus percaloan dan manipulasi administrasi yang merugikan negara serta mengganggu kepastian hukum masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 15 September 2026 pukul 15.24
KPK Gelar Perkara OTT BPN Kabupaten Bogor, Kasus Naik ke Penyidikan
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 23.32
OTT di Kantor Pertanahan Bogor, KPK Sita 20 Koper Berisi Uang
Detik.com · 14 September 2026 pukul 23.14
OTT di BPN Kabupaten Bogor, KPK Sita 20 Koper Uang Ratusan Miliar
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 22.10
OTT BPN Bogor, KPK Temukan 17 Koper Isi Uang Miliaran di Rumah Gus A
Berita terkait
KPK Benarkan Gelar OTT di Kantor BPN Bogor, Sejumlah Pejabat Diamankan
JawaPos · 14 September 2026 pukul 22.15
KPK OTT di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 22.06
Kejagung Gelar Rakor Bareng Kortas hingga KPK, Febrie Segera Disidang
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 17.15
Usut Kasus Dugaan Jual-Beli Kursi, KPK Panggil Guru Besar Unsoed, Warek, hingga Dosen
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 17.07