ISI Yogya Nonaktifkan Dosen Terkait Kasus Dugaan Kekerasan Seksual
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menonaktifkan seorang dosen pria berinisial AWF dari tugas dan aktivitas akademiknya terkait dugaan kekerasan seksual terhadap seorang mahasiswi. Penonaktifan ditetapkan pimpinan ISI sejak 21 September setelah Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) menyelesaikan pemeriksaan kasus. Mahasiswi korban melaporkan kejadian tersebut bersama pendamping dosen ke Satgas PPKPT pada 18 Agustus, dengan laporan tertulis disampaikan pada 20 Agustus. Pemeriksaan melibatkan keterangan dari korban, saksi, dan terlapor, serta diselesaikan pada 10 September. ISI Yogyakarta menegaskan prioritas utama pada keselamatan dan perlindungan korban, sambung menjamin kerahasiaan identitas dan informasi pribadi terkait.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 22.35
ISI Yogyakarta Menjamin Kerahasiaan dan Perlindungan Korban Kekerasan Seksual
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 16.16
ISI Yogyakarta Nonaktifkan Dosen Diduga Pelaku Kekerasan Seksual
Berita terkait
KY akan Mengawal Implementasi UU TPKS
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 18.43
Merasa Diteror, Wanita yang Ngaku Dilecehkan Betrand Peto Teriak Minta Perlindungan
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 09.15
Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Bakal ke LPSK hingga Komnas Perempuan
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 09.08
Respons Kemenag DIY soal Dugaan Pengurus Ponpes di Sleman Perkosa Santriwati
kumparan · 10 September 2026 pukul 23.49