Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Jangan Kaget! Negara Muslim Ini Akan Jadi Raksasa Nuklir Baru Dunia

Arab Saudi telah menandatangani Perjanjian Bagian 123 dengan Amerika Serikat, yang membuka jalan bagi pengembangan program nuklir sipil kerajaan tersebut. Perjanjian ini ditandatangani oleh Menteri Energi AS dan Menteri Energi Arab Saudi, namun masih harus melalui peninjauan Kongres AS. Pengamat politik menilai kesepakatan ini merupakan langkah strategis yang dapat mengubah keseimbangan kekuatan di Timur Tengah, meski tidak secara otomatis memberikan akses ke senjata nuklir.

Kesepakatan ini memungkinkan perusahaan AS memasok peralatan, material, dan teknologi nuklir untuk mendukung program energi Saudi. Yang menjadi sorotan adalah tidak adanya kewajiban bagi Arab Saudi untuk melepaskan hak memperkaya uranium atau mengadopsi Additional Protocol IAEA, yang berbeda dengan perjanjian AS dan Uni Emirat Arab tahun 2009. Hal ini menunjukkan perubahan pendekatan AS terhadap non-proliferasi nuklir.

Arab Saudi memiliki alasan ekonomi kuat untuk program nuklir, termasuk meningkatkan pasokan listrik, mendukung proyek desalinasi air, dan diversifikasi ekonomi dalam Visi Saudi 2030. Di sisi lain, AS memiliki kepentingan strategis dan bisnis, karena tanpa perjanjian ini, perusahaan AS bisa kehilangan peluang proyek nuklir bernilai miliaran dolar. Para pengamat menilai skenario paling realistis adalah Arab Saudi membangun kapasitas teknologi nuklir sipil secara bertahap, yang dapat menjadikannya salah satu raksasa teknologi nuklir baru di dunia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait