KPK Buru Barbuk Korupsi HGB Summarecon ke Jatim, Geledah BPN Mojokerto
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9349172/original/089475700_1789476613-0L5A5067.jpg)
KPK menggeledah Kantor BPN Kota Mojokerto pada Rabu (23/9/2026) untuk mencari alat bukti tambahan terkait kasus dugaan suap pengurusan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Lokasi ini menjadi titik kelima penggeledahan setelah sebelumnya tim penyidik menyisir empat lokasi di Jakarta dan Bekasi, termasuk kantor pusat PT Summarecon Agung Tbk dan kediaman Dirjen PPTR Kementerian ATR/BPN, Lampri.
Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 14 September 2026 yang mengamankan 19 orang. KPK telah menetapkan delapan tersangka, termasuk Lampri (Dirjen PPTR), Sontang Coin Manurung (Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I), dan Adrianto Pitojo Adi (Dirut Summarecon). Lima tersangka lainnya merupakan pihak swasta yang diduga sebagai orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.54
KPK Geledah Kantor BPN Kota Mojokerto Terkait Kasus HGB Summarecon
JawaPos · 22 September 2026 pukul 07.45
KPK Sita Dokumen dan Alat Elektronik Usai Geledah Summarecon Bogor
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 18.45
KPK Periksa Gus Arif dan Fahd A Rafiq Terkait Kasus HGB Summarecon
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 17.38
Kasus Suap HGB Kementerian ATR: KPK Geledah Kantor Summarecon di Bogor
Berita terkait
Usut Suap HGB Summarecon, KPK Kantongi Petunjuk Aliran Uang Dirjen BPN
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 17.16
KPK Geledah Kantor PT Summarecon Bogor
kumparan · 21 September 2026 pukul 14.28
KPK Sudah Wanti-Wanti ATR/BPN Sebelum OTT Kasus HGB Summarecon
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 12.20
Nusron Wahid Tak Mengetahui Skandal Korupsi HGB? Abraham Samad dan Mahfud MD Kompak Bilang: Mustahil!
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 01.20