Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Lansia Sebatang Kara di Yogya Tak Lagi Dapat Bansos karena Desilnya Naik

Yoyok Sunaryo (67), lansia sebatang kara di Kelurahan Gowongan, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta, tidak lagi menerima bantuan sosial (bansos) setelah desilnya naik dari desil 1-2 ke 6-10. Kondisinya yang memprihatinkan akibat sakit komplikasi justru semakin sulit ditanggung. Rumah kontrakannya yang sederhana, bahkan tanpa plafon, hanya berisi perabotan tua. Sejak beberapa bulan lalu, Yoyok tidak mendapat bansos seperti makanan, buah, telur, atau beras. Tetangganya, Sarti, yang juga terdampak lonjakan desil dari 4 ke 8, menyampaikan bahwa Yoyok terakhir menerima bansos sekitar Maret 2024. Para tetangga kini saling berbagi makanan untuk mendukung hidupnya.

Kasus serupa dialami Eka Oktilyana Suryati (45), warga lain yang menderita penyakit jantung sejak 2020. Desilnya juga naik ke 6-10, sehingga ia khawatir pengobatan dan BPJS-nya tidak lagi tercover. Eka harus kontrol bulanan dan rutin minum obat, namun ketidakpastian cakupan BPJS membuatnya cemas.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo membuka ruang pengaduan dan menggelar open house untuk menyelidiki dampak perubahan desil Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Ia menyatakan bahwa 21.000 penerima BPJS PBI kehilangan cakupan akibat lonjakan desil, dengan sekitar 16.000 sudah teratasi. Pemerintah daerah menyiapkan alokasi anggaran dari Jamkesda dan APBD untuk menjaga warga yang terdampak agar tetap mendapatkan layanan kesehatan. Untuk pendidikan, Hasto berjanji membuka kelas baru SMP agar anak-anak yang terdampak bisa masuk ke sekolah negeri.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait