Longsor Bawah Laut Anak Krakatau, Ilmuwan Sebut Bukan Fenomena Alam Biasa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gunung Anak Krakatau menunjukkan aktivitas seismik meningkat, menimbulkan kekhawatiran tsunami seperti pada 2018. Ketua Ikatan Ahli Tsunami Indonesia, Gegar S Prasetya, meminta masyarakat waspada terhadap potensi longsor bawah laut akibat erupsi yang dapat menimbulkan tsunami. Longsor bawah laut pada 2018 menghancurkan wilayah Pulau Sumatra dan Jawa, meninggalkan lebih dari 400 orang. Area yang pernah terdampak tsunami sebelumnya harus dihindari untuk wisatawan hingga aktivitas vulkanik kembali normal. Gegar menekankan bahwa tsunami dari Krakatau memiliki ciri propagasi serupa, sehingga zona risiko tetap sama dengan 2018.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 12.55
Erupsi Gunung Anak Krakatau Dipastikan Tak Picu Tsunami Seperti 2018
ANTARA News · 6 September 2026 pukul 11.10
Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG: Tidak ada anomali muka air laut
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 10.58
CCTV Pemantau Anak Krakatau Rusak Usai Kena Lontaran Material Erupsi
Detik.com · 7 September 2026 pukul 12.06
Cerita Purbaya Tak Sadar Rumahnya Kena Abu Vulkanik
Berita terkait
Pakar Ungkap Alasan Abu Vulkanik Bahaya Bagi Penerbangan
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 09.58
Kemenkes: 3,3 juta lansia berisiko terdampak abu erupsi Anak Krakatau
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 09.07
Erupsi Anak Krakatau Siaga III, Profesor BRIN Ingatkan Bahaya Tsunami Tanpa Gempa
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 08.00
Erupsi Anak Krakatau Tak Bisa Diremehkan, Sejarah Kelamnya Pernah Bikin Geger Dunia
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 07.15