Nusron Wahid tanggapi soal KPK usut dugaan korupsi di ATR/BPN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid menyatakan menghormati proses hukum KPK yang sedang mengusut dugaan korupsi di lingkungan kementeriannya terkait kasus mafia tanah. Ia menegaskan pihaknya akan ikut membantu serta mendukung penuh proses penyidikan yang dilakukan KPK sebagai aparat penegak hukum yang berwenang.
Nusron menjelaskan bahwa proses hukum ini diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan pelayanan di kantor pertanahan agar lebih transparan, akuntabel, dan baik secara internal. Ia menyerahkan sepenuhnya proses penyidikan kepada KPK dan tidak memberikan komentar lebih lanjut terkait peran atau nama yang disebutkan dalam perkara tersebut.
Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 14 September 2026 terkait dugaan korupsi pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor. Sejumlah tersangka ditetapkan, termasuk pejabat Kementerian ATR/BPN dan pihak swasta. KPK juga melakukan penggeledahan terhadap beberapa ruangan di lingkungan kementerian, namun tidak menggeledah ruangan Nusron Wahid.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 13.42
Nusron Wahid Respons Kasus Suap di Kementerian ATR/BPN
kumparan · 18 September 2026 pukul 18.07
KPK Sita SHGB hingga Dokumen Keuangan saat Geledah Kantor Summarecon di Jaktim
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 18.03
Geledah Kantor Summarecon, KPK Bawa Sejumlah Barang
kumparan · 18 September 2026 pukul 14.22
KPK Geledah Kantor Summarecon Terkait Kasus Mafia Tanah di KemenATR/BPN
Berita terkait
KPK Ungkap Ada 4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid di Kasus Mafia Tanah BPN
kumparan · 15 September 2026 pukul 23.43
4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid jadi Tersangka KPK, Fahd Arafiq hingga Gus Arif
JawaPos · 15 September 2026 pukul 20.45
Setelah Summarecon, giliran rumah Dirjen ATR/BPN Lampri digeledah KPK
ANTARA News · 18 September 2026 pukul 18.25
KPK Geledah kantor Summarecon Jaktim Terkait Kasus Suap HGB
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 12.07