Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Perang AS-Iran Kembali Makan Korban Jepang

Pengeluaran rumah tangga Jepang anjlok tak terduga di Juni 2026. Data Kementerian Dalam Negeri menunjukkan penurunan 3,3% year-on-year, menjadi keturunan ketujuh berturut-turut dan jauh di bawah proyeksi pasar pertumbuhan 1%. Secara bulanan musiman, pengeluaran turun 6,4%, lebih dalam dari estimasi 3,1%. Kementerian menyebut badai topan dan curah hujan tinggi sebagai penyebab utama.

Ketidakpastian dari konflik AS-Iran menambah tekanan. Kenaikan harga komoditas pangan dan energi berpotensi menghambat konsumsi swasta meski pemerintah memberi subsidi. Ekonom senior Itochu Research Institute, Sota Takano, memperkirakan ketidakpastian akan berlanjut dan sentimen konsumen sulit membaik. Di sisi lain, upah riil tumbuh 1,6% pada Juni (bulan keenam berturut-turut), namun porsi pendapatan untuk belanja justru menurun sejak akhir 2025, menandakan masyarakat cenderung menabung.

Data konsumsi lemah ini menjadi pertimbangan Bank of Japan (BOJ) menentukan kebijakan suku bunga, termasuk prospek kenaikan September. Namun, analis menilai data Juni belum cukup kuat untuk mengubah keputusan bank sentral secara signifikan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait