Sahroni Dukung Prabowo Bentuk Pengadilan Ad Hoc Khusus: BUMN Harus Sehat-Bersih
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan pembentukan pengadilan ad hoc khusus untuk mengusut dugaan pelanggaran pengelolaan BUMN selama 30 tahun terakhir. Langkah ini dipicu temuan bahwa terdapat 1.074 perusahaan BUMN, jauh melebihi perkiraan awal sekitar 300-400 perusahaan, di mana beberapa di antaranya dinilai bekerja tidak bertanggung jawab dan mengabaikan pemerintah.
Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut sebagai bentuk komitmen pembersihan BUMN. Sahroni menekankan pentingnya pengelolaan BUMN yang profesional dan transparan agar keuntungan perusahaan kembali sepenuhnya kepada negara dan masyarakat, bukan untuk kepentingan pihak tertentu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.35
Pimpinan DPR Kaji Usul Presiden Prabowo soal Peradilan Ad Hoc BUMN
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Bersih-bersih BUMN Lewat Pengadilan Ad Hoc
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 19.25
Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc untuk BUMN, Menkum: Belum Dikaji Pemerintah
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 16.41
Prabowo Ingin Ada Pengadilan Ad Hoc Kasus Korupsi BUMN, Ini Alasannya
Berita terkait
KPK Sambut Baik Usulan Prabowo soal Pengadilan Ad Hoc Usut BUMN Bermasalah
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.52
DPR Kaji Usulan Presiden Prabowo Soal Pembentukan Pengadilan Ad Hoc BUMN
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 23.35
Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang, Ini Respons DPR
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 18.45
Prabowo Wacanakan Bentuk Pengadilan Ad Hoc untuk Usut Direksi BUMN 30 Tahun Terakhir
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.11