Prabowo Ubah LKPP Jadi Badan Pengadaan Pemerintah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan peningkatan status Lembaga Kebijaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menjadi Badan Pengadaan Pemerintah. Tujuannya adalah mengonsolidasikan pengadaan barang dan jasa di seluruh pemerintah untuk meningkatkan efisiensi belanja negara dalam RAPBN 2027. Prabowo menyatakan bahwa inefisiensi saat ini terjadi karena kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah membeli dengan spesifikasi serupa secara sendiri-sendiri, menyebabkan harga yang bervariasi. Data menunjukkan efisiensi konsolidasi di pemerintah daerah mencapai 25,43% pada 2026, dengan potensi penghematan hingga Rp360 triliun dari total belanja pengadaan Rp1.200 triliun. Contoh nyata, layar pintar interaktif dapat diturunkan dari Rp150 juta menjadi Rp26 juta per unit.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 18.25
Prabowo Bongkar Borosnya Belanja Negara: Pengadaan Ditarget Hemat Rp360 Triliun
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.14
Prabowo Sentil K/L-Pemda Beli Barang Sama Harga Beda: Tak Masuk Akal
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.03
Prabowo Mau Naikkan Level LKPP Menjadi Badan Pengadaan Pemerintah
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.00
Prabowo Bakal Ubah LKPP Jadi Badan Pengadaan Pemerintah
Berita terkait
Prabowo Mau Ubah LKPP Jadi Badan Pengadaan Pemerintah
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.58
Prabowo Pertimbangkan Rekrutmen Guru Dikembalikan ke Pusat, Ini Alasannya
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 12.49
Presiden Prabowo Bahas Rekrutmen Guru, Ini Isinya
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 20.49
Bansos 50 Juta Warga Miskin Bakal Cair Langsung ke Rekening Mulai 2027
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 10.11