Pramono Bantah PJJ dan WFH DKI karena Demo BEM UI: Hanya Jalankan Arahan Pemerintah Pusat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Work From Home (WFH) pada 18 Agustus 2026 terkait demonstrasi BEM UI. Pramono menegaskan kebijakan tersebut merupakan pelaksanaan arahan pemerintah pusat melalui Menteri Sekretaris Negara, dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI. Pemprov DKI mengimbau perusahaan mempersilakan pegawai WFH dengan pertimbangan sektor masing-masing, serta menerapkan WFH fleksibel bagi ASN maksimal 50 persen. PJJ berlaku untuk sekolah negeri dan swasta, namun bersifat tidak wajib — sekolah diperbolehkan menerapkan sistem hybrid bagi siswa yang ingin belajar tatap muka. Kepala Dinas Pendidikan Nahdiana menegaskan layanan hybrid tetap disediakan jika ada siswa yang memilih datang ke sekolah. Pramono juga menegaskan ASN yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik wajib hadir di lapangan dan tidak boleh WFH.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.45
Pramono Anung: Petugas Pelayanan Publik Dilarang WFH
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 12.51
WFH Cuma Dalih karena Akan Ada Demo? Begini Jawaban Gubernur Pramono
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 11.30
Pramono Anung Bantah Kebijakan PJJ dan WFH DKI Terkait Demo
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.53
Pramono Anung Minta ASN Terkait Layanan Publik tidak WFH Hari Ini
Berita terkait
Pramono Perpanjang PJJ Jakarta Akibat Abu Vulkanik Sampai Besok
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 17.13
Pramono: ASN DKI yang Layani Publik Tak Boleh WFH
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 10.41
ASN DKI WFH dan Siswa Boleh PJJ pada 18 Agustus, Ini Aturannya
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 09.28
Pemprov DKI Siapkan Dana Cadangan Rp 4,6 T, Pramono: Biar APBD Sehat
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 11.31