Praperadilan Febrie Ditolak Lagi, Status Tersangka TPPU Sah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hakim PN Jaksel Richard Edwin Basoeki menolak praperadilan yang diajukan eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah terhadap Kejaksaan Agung. Dalam putusan pada Jumat (28/8), hakim memutuskan penetapan status tersangka kasus TPPU yang dilakukan tim 9 terhadap Febrie sah secara hukum. Edwin menyebut surat penetapan tersangka TPPU nomor TAP-03/F/Fd.2/07/2026 tanggal 24 Juli 2026 telah memuat rangkaian perbuatan Febrie dilakukan sejak 2018-2026. Hakim menyatakan penentuan tempus dan unsur perbuatan Febrie merupakan materi perkara sehingga bukan ranah praperadilan. Hakim juga menegaskan minimal dua alat bukti yang sah ditemukan Kejagung sebelum menetapkan Febrie sebagai tersangka TPPU. Selain itu, penahanan Febrie memenuhi persyaratan objektif ancaman pidana sesuai Pasal 100 ayat 1 KUHAP. Praperadilan tidak boleh menyatakan perbuatan tersebut terbukti, tetapi tidak dapat membatalkan penetapan tersangka hanya dengan menarik satu istilah deskriptif keluar dari keseluruhan konstruksi surat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 28 Agustus 2026 pukul 18.45
Alasan PN Jaksel Tolak Praperadilan Kedua Febrie Adriansyah, Dalil Dinilai Masuk Pokok Perkara
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 18.08
Praperadilan Jilid II Febrie Ditolak, Status Tersangka TPPU-Penahanan Sah
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 19.07
PN Jaksel Kembali Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah, Penetapan Tersangka Tetap Sah
JawaPos · 28 Agustus 2026 pukul 18.45
PN Jaksel Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah, Status Tersangka Tetap Sah
Berita terkait
Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak Lagi, Status Tersangka TPPU Sah
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 17.58
Kubu Febrie Klaim Ada 30 Pelanggaran Penyidikan di Kasus Korupsi TPPU
CNN Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 22.17
Sidang Praperadilan Penetapan Tersangka Febrie, Kejagung Hadirkan Mantan Kepala PPATK
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 11.32
Praperadilan Febrie, Ahli Sebut TPPU Sebagai Follow-Up Crime
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 20.44