Sidang Praperadilan Febrie, Ahli Ungkap Soal Pemanggilan Sebelum Sprindik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329829/original/007560100_1787297721-IMG_5821.jpg)
Penyidik tidak wajib memanggil seseorang yang diduga terlibat tindak pidana sebelum menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik). Hal ini disampaikan oleh pakar hukum Markus Priyo Gunarto dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menjadi ahli dalam sidang praperadilan terhadap mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Menurutnya, penyelidikan dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti pengolahan tempat kejadian perkara (TKP), pengamatan, wawancara, dan pembuntutan, tanpa harus memulai dengan pemanggilan tersangka.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 20.08
Ahli Sebut Sprindik Kejagung Cacat Hukum di Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 18.45
Ahli Hukum Sebut Penerbitan Sprindik Febrie Adriansyah Berpotensi Jadi Penyalahgunaan Wewenang
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 18.31
Ahli Hukum Anggap Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah di Sentul Tidak Sah
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 13.30
Ahli: Sprindik Febrie Adriansyah Tanpa Tanda Tangan Dirdik Jampidsus Cacat Hukum
Berita terkait
Kuasa Hukum Febrie Hadirkan Ahli di Sidang Praperadilan
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 13.06
Kasus Febrie Berlanjut di Kejagung, Tim Hukum Gugat Keabsahan Sprindik
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 14.57
Di Balik Kematian Sutrimo Karumga Febrie, 8 Saksi Sudah Diperiksa, Ada Kejanggalan?
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 11.10
Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Persoalkan Sprindik hingga Penerapan Pasal
Liputan6.com · 8 Agustus 2026 pukul 06.46