Soal Emas 74 Kg di Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Ahli: Harus Didahului Penyidikan Pidana Asal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim kuasa hukum mantan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menggugat praperadilan terkait penggeledahan dan penyitaan aset di rumahnya. Dalam sidang, ahli pidana Mahrus Ali (UII) menekankan penyidikan tindak pidana asal harus dulu dilakukan sebelum meningkatkan ke TPPU. Mahrus menyatakan asal-usul dan kepemilikan emas 74 kg serta valuta asing harus dibuktikan dulu. Penggeledahan pada 9 Juli 2026 menemukan US$4,767,300, S$14,083,800, Rp100 juta, dan emas 74 kg. Febrie ditetapkan tersangka TPPU. Kubu Febrie mempertanyakan langkah penyidik langsung meningkatkan ke TPPU tanpa memperjelas asal-usul harta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 19.31
Polemik Penyitaan Emas 74 Kg Febrie Adriansyah, Ahli: TPPU Harus Didahului Penyidikan Pidana Asal
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 13.06
Praperadilan Febrie, Ahli Sebut Ada Penyalahgunaan Wewenang
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 11.31
Tak Persoalkan Penyitaan Uang dan 74 Kg Emas, Febrie Adriansyah Minta Barang Pribadi Dikembalikan
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 18.09
Praperadilan Febrie Adriansyah, Kuasa Hukum Bantah Minta Barang Bukti Emas Dikembalikan
Berita terkait
Sidang Praperadilan, Polisi Tegaskan Kantongi Lebih dari 2 Alat Bukti Tetapkan Febrie Adriansyah Tersangka
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 12.50
Polisi Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 12.46
Kortas Tipikor Sebut Dalil Korupsi dan TPPU Febrie Bukan Ranah Praperadilan
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 12.12
PN Jaksel Gelar Praperadilan Jilid I dan II Febrie Adriansyah Hari Ini
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 11.07