Soroti Kasus Febrie, Ahli Hukum Beberkan Aturan Baru Penanganan TPPU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330123/original/081121700_1787323853-IMG_5844.jpg)
Ahli hukum pidana Mahrus Ali menjelaskan aturan baru penanganan TPPU setelah 1 Januari 2026 wajib menggunakan Pasal 607 KUHP. Dalam sidang praperadilan Febrie Adriansyah di PN Jakarta Selatan, Mahrus menegaskan penyidik tidak dapat mengalternatifkan Pasal 3, 4, atau 5 UU TPPU untuk perkara dengan tempus delicti setelah aturan baru berlaku. Perbedaan utama adalah ancama pidana: UU TPPU maksimal 20 tahun, sedangkan Pasal 607 KUHP 15 tahun atau 5 tahun tergantung bentuk perbuatan. Untuk TPPU sebelum aturan baru, penyidik harus menerapkan prinsip lex favorio. Mahrus juga menekankan TPPU merupakan follow-up crime yang tidak dapat terpisah dari tindak pidana asal (predicate crime), sehingga penyidikan harus pertama mengusut tindak pidana asal terlebih dahulu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 22.45
Ahli Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah Sebut Penyidikan TPPU Harus Diawali Tindak Pidana Asal
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 06.44
Pengacara Febrie Nilai Keterangan Ahli Polri Perkuat Gugatan Praperadilan
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 06.15
Ahli Nilai TPPU Harus Berawal dari Tindak Pidana Asal
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 20.44
Praperadilan Febrie, Ahli Sebut TPPU Sebagai Follow-Up Crime
Berita terkait
Polri Pastikan Izin Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah Sah
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 19.42
Ahli Kubu Polri: Febrie Adriansyah Tak Bisa Minta Barang Sitaan Keluarga Dikembalikan
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 16.39
Kejagung Periksa Tiga Pihak Swasta di Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 12.26
Rp500 Miliar dan Emas 74 Kg, Gugatan Praperadilan Febrie Jadi Pengakuan
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 08.10