Airlangga dan Bos Pajak Pertimbangkan Potensi Pajak ETF Emas Direvisi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait potensi revisi perlakuan pajak pada Electronic Gold Receipt (EGR) untuk ETF emas. Dalam pertemuan di Hall Utama Bursa Efek Indonesia pada Senin (10/8/2026), Airlangga menyampaikan bahwa revisi ini bertujuan untuk meningkatkan transaksi ETF emas agar sebanding dengan transaksi investasi di pasar modal lainnya, terutama di bursa efek. Ia menekankan pentingnya harmonisasi kebijakan pajak agar sektor keuangan dapat tumbuh secara inklusif dan kompetitif.
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menyatakan bahwa DJP telah menyelesaikan finalisasi teknis pajak ETF emas secara internal dan hanya menunggu persetujuan dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Secara teknis, Bimo menjelaskan bahwa ETF emas dapat dibersamakan dengan pengaturan pajak surat berharga yang sudah ada, sehingga berpotensi mendapatkan pembebasan dari PPh Pasal 22 dan PPN. Namun, DJP masih perlu melakukan koordinasi dengan Direktorur Jenderal Sistem Informasi dan Elektronifikasi Keuangan (SEF) serta melaporkan kepada Menteri Keuangan sebelum kebijakan ini dapat diterapkan secara resmi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 15.45
Airlangga Ingin Pajak EGR Tak Hambat ETF Emas, Genjot Setara Transaksi Bursa
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 17.45
Purbaya: Penerimaan Pajak Tumbuh 23% hingga Juli 2026
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 14.30
Airlangga Ungkap Potensi ETF Emas Indonesia Capai Rp357 Triliun
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 16.00
Kemenkeu Bantah Rumor Pajak Khusus Pemilik Rumah Kontrakan pada 2027
Berita terkait
DJP tampung masukan industri soal skema pajak ETF emas
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 19.04
PPh 22 Marketplace Mulai Dipungut, Tarifnya 0,5 Persen dari Omzet
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 12.31
5.581 Perusahaan Bersedia Patuh Ketentuan Pajak Minimum Global di RI
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 10.45
DJP Perketat Pengawasan Pajak Orang Kaya hingga Transaksi Digital
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 08.40