Aturan Baru Outsourcing BUMN: Wajib Lewat Anak Perusahaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9359461/original/004830800_1790524963-Menteri_Ketenagakerjaan_Yassierli-27_September_2026b.jpeg)
DPR mengesahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi undang-undang pada 6 Oktober 2026. Regulasi ini merupakan tindak lanjut Putusan MK Nomor 168/PUU-XXI/2023 yang mewajibkan pemisahan aturan ketenagakerjaan dari UU Cipta Kerja paling lambat Oktober 2026.
Salah satu poin utama adalah kewajiban bagi BUMN untuk menyelenggarakan kegiatan alih daya (outsourcing) melalui anak perusahaan sendiri. Kebijakan ini bertujuan memperkuat perlindungan dan menjamin hak-hak buruh alih daya agar lebih berkeadilan. Aturan outsourcing BUMN ini menjadi bagian dari 13 ketentuan baru yang dirancang pemerintah dan DPR untuk meningkatkan perlindungan tenaga kerja secara menyeluruh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 Oktober 2026 pukul 15.50
DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Aspirasi Buruh Berujung Solusi
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 15.45
UU Pelindungan Ketenagakerjaan Buru-Buru Diketok? Ini Kata Pemerintah
kumparan · 6 Oktober 2026 pukul 15.36
Aspirasi Buruh Berujung Solusi, DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 13.25
DPR Sahkan UU Satu Data Indonesia, Atur Standar Data Nasional
Berita terkait
RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Siap Diketok di Paripurna DPR Besok
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 20.11
SP JICT Dorong Pelindo Pimpin Transformasi Ketenagakerjaan Pelabuhan
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 19.07
Kemnaker Terus Menyesuaikan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Hadapi Dinamika Dunia Kerja
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 20.26
Pimpinan DPR dan Kapolri Temui Massa Buruh
CNN Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 12.44