Demutualisasi BEI Tersendat! OJK Akui Belum Putuskan Jatah Saham Investor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum memfinalisasi Peraturan OJK (POJK) terkait demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan pembahasan aturan tersebut baru akan dilakukan pada Jumat (6/9/2026). Sementara itu, OJK juga belum menentukan porsi kepemilikan investor dalam skema demutualisasi BEI karena rancangan masih dalam proses pembahasan. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan Bursa masih menunggu terbitnya POJK dan belum menentukan batas waktu penundaan RUPSLB. Demutualisasi BEI merupakan bagian dari mandat UU P2SK yang ditargetkan rampung pada September 2026, dengan tiga lembaran negara yang mungkin menjadi pemegang saham: Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan BPI Danantara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 16.26
RUPSLB BEI Ditunda, Bos OJK Buka Suara
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 18.10
POJK Demutualisasi Belum Keluar, BEI Undur Rencana RUPSLB
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 17.31
Purbaya, Bos OJK dan BEI Sampaikan Harapan Buat Destry Cs, Ini Isinya!
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 09.35
OJK Terbitkan Aturan Penyelenggaraan Teknologi Informasi Bank Umum
Berita terkait
BEI Tunda RUPSLB, Demutualisasi Bursa Masih Tunggu Restu OJK
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 20.28
Soal Demutualisasi Bursa, OJK Tegaskan Pengawasan Tak Berubah
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.15
Danantara SiapJadi Investor BEI Pasca Demutualisasi, Masuk Lewat DIM
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 18.00
Demutualisasi Ditakutkan Ganggu Independensi Bursa, Begini Jawaban BEI
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 15.05