Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Ketika Tingkat Bunga Menjadi Higher for Longer — and Here to Stay

Artikel ini membahas pergeseran paradigma kebijakan moneter AS setelah lebih dari satu dekade dengan kebijakan uang murah pasca-krisis keuangan global 2008. Yield US Treasury 10 tahun mencapai sekitar 5,04%, tertinggi sejak 2007, didorong oleh inflasi yang tetap tinggi di atas target The Fed sebesar 2%, sekaligus ekspektasi inflasi jangka panjang yang berada di kisaran 3–3,5%. Menurut penulis, kondisi ini menandakan bahwa tingkat bunga yang lebih tinggi tidak lagi bersifat sementara, melainkan menjadi keadaan normal baru akibat perubahan struktural seperti ketegangan geopolitik, peningkatan belanja pertahanan, dan lonjakan investasi sektor swasta terutama terkait revolusi AI.

Perubahan ini juga dipengaruhi oleh dinamika fiskal yang semakin ketat. US Congressional Budget Office memproyeksikan defisit federal AS mencapai 5,8% PDB pada 2026 dan naik hingga 6,7% pada 2036, menghilangkan asumsi bahwa defisit akan segeri kembali ke 2–3%. Akibatnya, permintaan terhadap Treasury semakin menuntutkan premi risiko yang lebih tinggi. Di sisi lain, relatif daya tarik Treasury sebagai aset aman juga melemah seiring dengan kenaikan yield JGB Jepang hingga sekitar 3%, memberi investor alternatif yang lebih menarik tanpa risiko mata uang. China juga menurunkan kepemilikan Treasury, meskipun tetap menjadi pembeli penting.

Dengan tekanan inflasi, defisit fiskal, dan kebutuhan modal yang tinggi, The Fed kehilangan ruang kebijakannya untuk menurunkan suku bunga secara agresif. Bahkan jika terjadi resesi, pola tradisional di mana inflasi turun dan bunga diturunkan mungkin tidak berlaku lagi akibat supply constraints, energi mahal, dan geopolitik yang tidak stabil. Akhirnya, artikel menyimpulkan bahwa konsep 'higher for longer' tidak lagi sekadar fase kebijakan, tetapi mewujudkan realitas baru di mana cost of money secara keseluruhan akan tetap tinggi, memengaruhi berbagai sektor seperti pinjaman korporat, hipotek, dan valuasi pasar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait